
Kab. Semarang-Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) kembali menunjukkan komitmen akademiknya melalui kegiatan Diseminasi Karya Ilmiah Dosen Magister PAI. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (29/01/2025)melalui platform Zoom Meeting. Acara ini menjadi ruang berbagi gagasan ilmiah yang relevan dengan tantangan pendidikan Islam masa kini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UNDARIS, Dr. Hj. Idz Zahara Adiba, M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya diseminasi sebagai penguatan budaya akademik. Selain itu, beliau menekankan peran dosen dalam menghidupkan Tridarma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.
“Kegiatan diseminasi karya ilmiah ini sangat penting sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan UNDARIS. Melalui forum seperti ini, karya dosen tidak hanya berhenti sebagai laporan penelitian, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat. Saya berharap para dosen terus berperan aktif dalam menghidupkan Tridarma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.”
Selanjutnya, kegiatan dipandu oleh mahasiswa S2 UNDARIS, Alif Ma’fudin, yang bertindak sebagai moderator. Dengan alur yang komunikatif, acara berlangsung tertib dan dinamis sejak awal. Kemudian, sesi utama diisi oleh dua dosen sebagai narasumber utama.
Narasumber pertama, Dr. Purwoko, M.Pd., mempresentasikan karya berjudul “Implementation of Deep Learning Approach in Islamic Education Learning”. Beliau mengulas penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Islam. Oleh karena itu, peserta memperoleh perspektif baru terkait inovasi pedagogik.
Berikutnya, Dr. Zaenal Abidin, M.P.I., menyampaikan karya berjudul “Building a Qur’anic Generation: Community Service through Education and Guidance of Children”. Materi ini menyoroti pengabdian masyarakat berbasis pembinaan generasi Qur’ani. Dengan demikian, riset dan pengabdian tampak saling menguatkan.
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan. Peserta berasal dari mahasiswa S1, mahasiswa S2, dosen, serta masyarakat umum. Selama diskusi, interaksi aktif terbangun antara narasumber dan peserta. Akhirnya, kegiatan ini tidak hanya berbagi hasil riset, tetapi juga membuka wawasan baru yang aplikatif.