
UNGARAN, – Sebanyak 150 perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri memadati Hotel Horison Nindya, Semarang, pada Kamis (19/12/2024). Mereka hadir dalam International Conference and Call for Papers yang diselenggarakan oleh International Forum of Researchers and Lecturers (IFREL). Di antara ribuan akademisi yang hadir, delegasi Universitas Darul Ulum (UNDARIS) turut ambil bagian, menghadirkan Rektor Dr. Drs. H. Hono Sejati, S.H., M.Hum., Wakil Rektor 3 Dr. Naya Amin Zaini, S.H., M.H., Ketua LPPM Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., serta Tim Humas UNDARIS.
Kehadiran UNDARIS dalam forum bertaraf internasional ini menjadi bagian dari langkah nyata kampus yang berlokasi di Ungaran Kabupaten Semarang tersebut menuju visi go internasional. Dalam kegiatan yang juga menjadi ajang peluncuran resmi IFREL tersebut, UNDARIS tidak sekadar menjadi peserta, melainkan turut mengirimkan artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dari rumpun ilmu agama (religion scientist) yang menjadi ciri khas Fakultas Agama Islam (FAI).
Bagi sivitas akademika S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) UNDARIS, keikutsertaan dalam konferensi ini menjadi momen berharga untuk memperluas cakrawala keilmuan. Meskipun delegasi utama yang hadir adalah jajaran pimpinan universitas, keterlibatan FAI dalam pengiriman artikel ilmiah menunjukkan bahwa dosen dan peneliti di lingkungan FAI turut aktif dalam percaturan akademik global.
Konferensi yang diikuti oleh para narasumber, dosen, dan peneliti dari berbagai negara seperti Malaysia, Nigeria, Meksiko, dan Bangladesh ini menjadi wadah bagi pertukaran gagasan dan hasil riset. Bagi mahasiswa dan dosen PAI, forum semacam ini membuka peluang untuk membandingkan pendekatan keilmuan Islam antar negara serta membangun jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk kolaborasi riset di masa mendatang.
Dalam pernyataannya di hadapan peserta konferensi, Rektor UNDARIS, Dr. Drs. H. Hono Sejati, S.H., M.Hum., menegaskan komitmen kampusnya untuk terus berikhtiar menjadi kampus bertaraf internasional. Beliau menyampaikan bahwa era sekarang menuntut setiap perguruan tinggi untuk menaikkan levelnya dalam hal pengabdian masyarakat, kerja sama internasional, dan pengajaran.
“Hal ini dapat terwujud dengan kolaborasi dan sinergi antarkampus yang memiliki semangat (ghiroh) yang sama dalam menginternasionalkan diri,” ujar Rektor.
Beliau juga memaparkan sejumlah capaian UNDARIS yang membuktikan kesiapan kampus tersebut, antara lain pengiriman KKN Internasional ke Malaysia pada tahun 2024, seminar internasional yang melibatkan negara India, Filipina, Korea Selatan, dan Malaysia, serta berbagai kegiatan lain yang mengangkat isu-isu global seperti proyeksi dan urgensi Artificial Intelligence (AI).
Keikutsertaan UNDARIS dalam IFREL menjadi sinyal positif bagi pengembangan Program Studi S1 PAI ke depan. Dengan bergabungnya UNDARIS dalam forum internasional para peneliti dan dosen tingkat dunia, terbuka peluang bagi dosen dan mahasiswa FAI untuk terlibat dalam konferensi internasional, publikasi ilmiah, serta kolaborasi riset lintas negara.
“Semoga UNDARIS berpartisipasi dan bergabung dalam kegiatan di Forum Internasional IFREL semakin memperkuat misi dan orientasinya dalam berkiprah internasional,” demikian harapan yang disampaikan dalam pernyataan resmi kampus.
Dengan rangkaian kegiatan yang semakin mengglobal ini, UNDARIS——termasuk di dalamnya Fakultas Agama Islam dan Program Studi S1 PAI——terus membangun pondasi menuju kampus riset bertaraf internasional, selangkah demi selangkah, dari Ungaran untuk dunia.