
SURUH, suaramerdeka.com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Suruh bersama Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) menggelar sarasehan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan tema “Peningkatan Ekonomi Lokal Menuju Kemandirian Masyarakat Desa Suruh” di Pendopo Ida Zahara, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jumat (31/10/2025). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi UMKM setempat sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga desa dalam memberdayakan ekonomi warga.
Sarasehan ini digelar sebagai respons atas masih terbatasnya akses pelaku UMKM di wilayah pedesaan terhadap pengetahuan manajemen usaha, pemasaran digital, serta permodalan. Ketua BPD Suruh dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan FAI UNDARIS menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. “Kami ingin masyarakat desa tidak hanya sekadar berdagang, tetapi mampu mengelola usahanya secara profesional dan berkelanjutan. Kehadiran akademisi dari UNDARIS diharapkan membawa perspektif baru dalam pengembangan UMKM berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Dekan FAI UNDARIS, Dr. Ida Zahara Adibah, S.Ag., M.S.I., yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman dan kewirausahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. “Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan mandiri. Kewirausahaan adalah salah satu jalan mulia untuk mencapai kemandirian tersebut. Kami di FAI UNDARIS berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam aspek keagamaan tetapi juga ekonomi,” tegasnya. Pernyataan ini sejalan dengan visi UNDARIS sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
Acara inti sarasehan diisi dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan puluhan pelaku UMKM yang hadir. Beberapa poin penting yang mengemuka antara lain pentingnya digitalisasi pemasaran produk, pengelolaan keuangan usaha yang sehat, serta pemanfaatan potensi sumber daya alam khas Desa Suruh sebagai basis produk unggulan. Para peserta juga diajak untuk membentuk jaringan komunikasi antarpelaku UMKM guna saling bertukar pengalaman dan memperluas akses pasar. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pengembangan usaha mereka.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UNDARIS yang turut serta dalam kegiatan ini menyambut positif inisiatif tersebut. Seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa pengalaman langsung berdialog dengan pelaku UMKM memberikan pembelajaran berharga tentang realitas ekonomi di tingkat desa. “Kami belajar banyak dari para pelaku UMKM. Ini menjadi bekal bagi kami untuk nantinya dapat berkontribusi lebih nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Kehadiran mahasiswa PAI UNDARIS dalam sarasehan ini menunjukkan komitmen kampus untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan untuk tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan dari FAI UNDARIS kepada pelaku UMKM di Desa Suruh, khususnya dalam hal pelatihan manajemen usaha dan pemasaran berbasis digital. BPD Suruh juga berkomitmen untuk memfasilitasi akses permodalan melalui program-program yang bersinergi dengan pemerintah desa. Sarasehan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan, sekaligus memperkokoh peran UNDARIS sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Semarang.
Ringkasan:
Sarasehan UMKM di Pendopo Ida Zahara menjadi wujud nyata sinergi antara BPD Suruh dan FAI UNDARIS dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
10 Tagar: