UNGARAN, HARIAN MERDEKA – Puluhan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) berhasil memproduksi karya konten dakwah digital dalam rangkaian tindak lanjut Klinik Desain Media Dakwah Digital yang digelar pada 5 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kemampuan peserta setelah sebelumnya mengikuti pelatihan intensif pada 28 Desember 2024 di Ruang E2 Fakultas Agama Islam.
Klinik yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) UNDARIS ini menghadirkan sesi presentasi dan pameran karya desain dari para peserta. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam UNDARIS, Dr. Hj. Ida Zahara Adibah, M.S.I, memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam mengemas pesan dakwah melalui media visual. Menurutnya, kemampuan merancang konten dakwah yang estetis dan komunikatif menjadi bekal penting bagi calon pendidik agama di era disrupsi digital.
“Saya sangat bangga melihat karya-karya yang dihasilkan mahasiswa. Desain yang menarik bukan sekadar soal estetika, tetapi juga tentang bagaimana pesan Islam bisa sampai ke hati generasi muda melalui kanal-kanal digital yang mereka gunakan sehari-hari,” ujar Dr. Hj. Ida Zahara Adibah, M.S.I, saat meninjau pameran karya peserta.
Berbagai karya yang dipamerkan meliputi poster dakwah bertema keislaman, konten grafis untuk media sosial, hingga desain pamflet kegiatan keagamaan. Para peserta tidak hanya memamerkan hasil akhir, tetapi juga memaparkan proses kreatif di balik setiap karya—mulai dari penentuan tema, pemilihan tipografi dan warna, hingga strategi penyampaian pesan dakwah secara visual. Mentor kegiatan, Fahreza Junda dari BEM FAI, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan perangkat desain grafis sejak pelatihan perdana.
Salah satu mahasiswa peserta mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti rangkaian kegiatan ini hingga tahap produksi karya. “Dari klinik ini, saya tidak hanya mendapat ilmu desain, tetapi juga keberanian untuk menuangkan gagasan dakwah dalam bentuk visual. Kini saya bisa membuat konten dakwah yang lebih menarik untuk diunggah di media sosial pribadi maupun organisasi,” tuturnya dengan antusias.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi reflektif mengenai tantangan dakwah digital ke depan serta rencana tindak lanjut berupa pembentukan komunitas desain dakwah di lingkungan FAI UNDARIS. Melalui pameran karya ini, diharapkan mahasiswa PAI UNDARIS tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga terampil mengemas dakwah secara kreatif dan kontekstual di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang.
Summary: Pameran karya hasil Klinik Desain Media Dakwah Digital di UNDARIS menjadi bukti nyata peningkatan kompetensi mahasiswa PAI dalam merancang konten dakwah visual yang kreatif dan komunikatif di era digital.