
UNGARAN, suaramerdeka.com – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) menggelar Seminar Kepemimpinan bertajuk “Nilai-nilai Pancasila dalam Kepemimpinan: Membangun Toleransi dan Perdamaian” di Gedung FAI UNDARIS, Ungaran, pada Sabtu, 14 Juni 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Eno Malaka dan Bapak Ayep Rosidi, S.Pd.I., M.Pd.I., dengan moderator Ayesha Andara Titania, serta diikuti oleh mahasiswa dan akademisi di lingkungan FAI UNDARIS.
Seminar ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran nilai-nilai Pancasila dalam praktik kepemimpinan, khususnya di tengah masyarakat yang majemuk. Fokus utama kegiatan adalah mengkaji bagaimana Pancasila dapat menjadi landasan etis bagi pemimpin dalam membangun toleransi dan perdamaian, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berjejaring dan berdiskusi dengan para praktisi serta akademisi di bidang kepemimpinan.
Dekan FAI UNDARIS dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. “Pemimpin masa depan tidak hanya dituntut cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki integritas serta kemampuan merawat kerukunan. Pancasila adalah kompas moral yang harus selalu kita pegang,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen FAI UNDARIS dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kebangsaan.
Bapak Ayep Rosidi, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Profesi FAI UNDARIS, dalam pemaparannya menyoroti pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Ia menyampaikan bahwa pemimpin yang hebat harus memiliki sifat inovatif, komitmen yang kuat, serta kemampuan untuk mengenali dan mengembangkan diri. “Nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong dan keadilan sosial harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya. Sementara itu, Eno Malaka membawakan perspektif tentang bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan dalam Pancasila dapat menjadi perekat hubungan antarbudaya.
Perwakilan mahasiswa yang hadir menyampaikan antusiasmenya terhadap materi yang disampaikan. Menurutnya, seminar ini membuka wawasan baru tentang bagaimana seorang pemimpin harus mampu menyeimbangkan antara visi dan misi dengan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami belajar bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang melayani, bukan dilayani. Pancasila mengajarkan kita untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” tuturnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila di lingkungan kampus, pentingnya peran pemimpin muda dalam menjaga perdamaian di era digital, serta strategi membangun toleransi melalui pendekatan kultural dan kearifan lokal. Moderator Ayesha Andara Titania memandu jalannya diskusi dengan apik, memastikan setiap peserta mendapat kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pertanyaan.
Dengan terselenggaranya seminar ini, FAI UNDARIS berharap dapat terus menjadi ruang bagi pengembangan kepemimpinan mahasiswa yang berwawasan kebangsaan dan berkomitmen pada nilai-nilai toleransi. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, pemahaman dan pengamalan Pancasila adalah kunci untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
Deskripsi singkat: Seminar Kepemimpinan di FAI UNDARIS mengkaji nilai-nilai Pancasila sebagai landasan membangun toleransi dan perdamaian, dengan menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi.
10 Tagar/Topik:
