
UNGARAN, Kongres ke-IV Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris) sekaligus pemilihan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2026/2027 berlangsung di Laboratorium Peradilan Semu Fakultas Hukum Undaris, Ungaran, Sabtu (1/8). Pasangan calon no urut 1 dari Fakultas Agama Islam (FAI), Arya Wijaya Kusuma dan Kholif Ibnul Khakim, keluar sebagai pemenang dalam hajatan demokrasi tersebut.
Kongres yang digelar setahun sekali ini menjadi forum tertinggi organisasi mahasiswa di lingkungan Undaris. Selain sebagai ajang regenerasi kepemimpinan, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus perumusan program kerja ke depan. Pemilihan yang berlangsung di laboratorium peradilan semu—yang biasa digunakan untuk praktik perkara hukum—kali ini berubah fungsi menjadi ruang sidang demokrasi mahasiswa.
“Kongres ke IV BEM Undaris adalah bukti bahwa mahasiswa Undaris memiliki kesadaran politik dan organisasi yang tinggi. Proses pemilihan yang demokratis ini menjadi cerminan kedewasaan dalam berorganisasi,” dan juga berharap kepemimpinan baru dapat membawa BEM Undaris ke arah yang lebih baik dan sinergis dengan seluruh elemen kampus.
Arya Wijaya Kusuma, Presiden Mahasiswa terpilih yang merupakan mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI Undaris, menyatakan komitmennya untuk membawa perubahan nyata bagi kemahasiswaan. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini adalah amanah besar yang akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Kami akan merangkul seluruh elemen mahasiswa, lintas fakultas, untuk bersama-sama memajukan Undaris,” tegasnya dalam pidato kemenangan usai pengumuman hasil.
Sementara itu, Kholif Ibnul Khakim, Wakil Presiden Mahasiswa terpilih, menambahkan bahwa kolaborasi dan komunikasi yang intens dengan seluruh organisasi mahasiswa akan menjadi prioritas utama kabinet mereka. “Kami ingin menghadirkan program-program yang tidak hanya seremonial, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas akademik dan kesejahteraan mahasiswa Undaris,” imbuhnya.
Kongres berlangsung khidmat dengan rangkaian acara yang meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus lama, penyampaian visi-misi para kandidat, pemungutan suara, hingga pengumuman hasil akhir. Suasana Laboratorium Peradilan Semu yang representatif memberikan nuansa formal dan akademis pada jalannya kongres. Terpilihnya pasangan dari FAI ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa S1 PAI tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berkompetisi dan memimpin di kancah organisasi intra kampus.
Dengan telah terpilihnya presiden dan wakil presiden mahasiswa baru, estafet kepemimpinan BEM Undaris periode 2026/2027 resmi dimulai. Kongres IV BEM Undaris kali ini berhasil menjadi ruang demokrasi yang sehat, melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang siap mengemban amanah dan membawa perubahan bagi kampus dan masyarakat.
Summary: Kongres ke-IV BEM Undaris sukses melahirkan pemimpin mahasiswa baru dari FAI, menandai babak baru kepemimpinan kampus yang demokratis dan aspiratif.