
Ungaran , – Sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara menggelar konferensi bertajuk “Lecturer Collaboration in Research and Community Service Among Countries in Southeast Asia” di Dania Hotel, Solo, pada Senin (19/6/2023). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para dosen untuk berbagi pengalaman serta merumuskan strategi kolaborasi lintas negara dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Konferensi yang berlangsung sehari penuh tersebut dihadiri oleh puluhan peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan panitia yang menekankan pentingnya sinergi akademik di kawasan dalam menghadapi tantangan global, terutama di bidang pendidikan tinggi dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu dosen dari Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS), Rina Priarni, S.Pd.I., M.Pd.I, yang turut hadir dalam konferensi tersebut, menyampaikan antusiasmenya terhadap forum ini. “Kegiatan seperti ini sangat penting bagi kami untuk memperluas jaringan dan belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di negara-negara tetangga. Kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri,” ujar perwakilan akademika UNDARIS yang hadir dalam acara tersebut.
Kehadiran UNDARIS dalam konferensi ini sejalan dengan komitmen kampus yang berlokasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, untuk terus mendorong internasionalisasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Sebelumnya, UNDARIS telah aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk pengiriman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Malaysia serta seminar internasional yang melibatkan narasumber dari India, Korea Selatan, dan Filipina.

Sepanjang acara, para peserta menyoroti beberapa poin penting, di antaranya perlunya peningkatan kapasitas dosen dalam melakukan riset kolaboratif, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengabdian masyarakat jarak jauh, serta pentingnya pemahaman lintas budaya dalam menjalankan program kerja sama. Diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai studi kasus dari masing-masing negara dipaparkan sebagai bahan pembelajaran bersama.
Konferensi ini diharapkan dapat menjadi momentum awal bagi terciptanya jejaring kerja sama yang lebih terstruktur di antara perguruan tinggi di Asia Tenggara. “Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti di sini, tetapi akan ditindaklanjuti dengan program-program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambah perwakilan panitia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, para akademisi optimistis bahwa kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat antarnegara di Asia Tenggara akan semakin erat. Semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman yang terjalin di Dania Hotel, Solo, menjadi modal berharga bagi kemajuan pendidikan tinggi di kawasan.