
UNGARAN, suaramerdeka.com – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengembangan kurikulum Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Hotel Horison Inn Alaska, Jalan Kyai Saleh Semarang, pada 1-2 Agustus 2023. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si. dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai narasumber utama, dan diikuti oleh para dosen prodi PAI UNDARIS. FGD ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan kurikulum program studi yang responsif terhadap dinamika pendidikan dan kebutuhan stakeholders.
Kegiatan FGD ini diawali dengan workshop pengembangan kurikulum yang melibatkan seluruh dosen prodi PAI UNDARIS. Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan fakultas menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan dunia kerja di era disrupsi. “Kurikulum harus menjadi pondasi utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan adaptasi yang tinggi,” ujar salah satu pimpinan FAI UNDARIS dalam sambutannya.
Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si. dalam pemaparannya mengupas tuntas tentang strategi dan implementasi model pembelajaran berbasis Case Method dan Team Based Project yang menjadi tren dalam kurikulum pendidikan tinggi saat ini. Guru besar UNNES yang juga pakar di bidang Kimia Organik dengan minat riset pengembangan minyak atsiri Indonesia itu menekankan pentingnya pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam merancang capaian pembelajaran. “Perlu diperhatikan standar kompetensi pada capaian pembelajaran dengan standar isi bahan kajian, didukung metode pembelajaran dan aktivitas belajar sesuai standar, untuk menghasilkan standar penilaian yang tepat,” jelasnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana para dosen prodi PAI UNDARIS antusias menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait rancangan kurikulum baru. Beberapa poin penting yang mengemuka dalam diskusi adalah perlunya integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum PAI, penguatan keterampilan pedagogik berbasis riset terapan, serta adaptasi terhadap kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Seorang peserta mengungkapkan, “Kami ingin kurikulum PAI UNDARIS tidak hanya menjadi pedoman akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan sosial dan keberagaman di masyarakat.”
Sebagai tindak lanjut, FAI UNDARIS kembali mengundang para pemangku kepentingan pendidikan dalam FGD lanjutan yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2023 di Hotel CCC Ungaran. Acara tersebut menghadirkan perwakilan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Korwil Ungaran Timur dan Barat, Kepala SMP, SMA, SMK, serta Asosiasi Guru PAI. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang tidak hanya ideal secara akademis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan terselenggaranya rangkaian FGD ini, FAI UNDARIS menunjukkan komitmennya dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan. Kurikulum yang responsif dan adaptif menjadi kunci utama dalam mencetak generasi pendidik agama Islam yang berwawasan multikultural dan siap menghadapi tantangan global. “Melalui kurikulum berbasis multikultural, pendidikan agama dapat menjadi jembatan harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia,” demikian pesan reflektif yang mengakhiri rangkaian diskusi.
Deskripsi singkat: FGD pengembangan kurikulum PAI UNDARIS menghadirkan pakar dari UNNES sebagai upaya strategis mencetak lulusan berwawasan multikultural dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
10 Tagar/Topik:

