
UNGARAN, – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) menggelar kuliah tamu mata kuliah Bimbingan Konseling dengan tema “Strategi Bimbingan Konseling Islam dalam Menghadapi Tantangan Zaman” secara daring melalui Google Meet pada Kamis (24/4/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai ini menghadirkan Dr. Ali Imron, M.Pd.I., dosen Fakultas Sains dan Teknologi Pendidikan (FSTP) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), sebagai narasumber utama.
Kuliah tamu ini dibuka secara resmi oleh Dekan FAI UNDARIS, Dr. Hj. Ida Zahara Adibah, M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan strategi bimbingan konseling berbasis nilai-nilai Islam bagi mahasiswa calon pendidik. “Di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, kemampuan membimbing dan mengonseli tidak lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap pendidik,” ujar Dr. Hj. Ida Zahara Adibah di hadapan para peserta yang mengikuti kuliah tamu secara virtual.
Dr. Ali Imron, M.Pd.I., yang akrab disapa oleh mahasiswa dan rekan sejawatnya, memaparkan materi tentang strategi bimbingan konseling Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman. Dalam pemaparannya, ia menyoroti bahwa pendekatan konseling Islam tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun tetap harus dikemas secara kontekstual agar relevan dengan kondisi masyarakat modern. “Konselor Islam tidak hanya dituntut menguasai teknik-teknik konseling, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepekaan sosial. Tantangan zaman seperti degradasi moral, kecanduan gawai, hingga krisis identitas remaja membutuhkan pendekatan yang holistik dan berbasis nilai,” tegas dosen UNIMUS yang juga tercatat sebagai editor pada Journal of Islamic Studies and Society tersebut.
Kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) UNDARIS ini berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan konseling Islam di lingkungan sekolah dan masyarakat. Salah seorang mahasiswa peserta kuliah tamu mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan membuka wawasan baru tentang peran konselor di era digital. “Kami jadi lebih paham bahwa konseling Islam tidak hanya tentang nasihat, tetapi juga pendampingan psikologis yang berakar pada nilai-nilai keislaman. Ini sangat bermanfaat bagi kami yang kelak akan terjun sebagai pendidik,” ujarnya.
Sepanjang acara, Dr. Ali Imron juga memaparkan sejumlah studi kasus dan pengalaman praktisnya dalam mendampingi mahasiswa dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam bimbingan konseling, yaitu membangun ketahanan mental sejak dini, serta pendekatan kuratif yang bersifat empatik dan tidak menghakimi. Ia juga menyoroti peran teknologi sebagai alat bantu konseling, sekaligus mengingatkan agar pemanfaatannya tetap pada koridor etika dan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen FAI UNDARIS dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas bagi mahasiswanya.
Melalui kuliah tamu ini, FAI UNDARIS berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi dinamika konseling di lapangan. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Google Meet ini juga menjadi momentum bagi FAI UNDARIS untuk terus memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi lain, termasuk UNIMUS, dalam rangka penguatan mutu pendidikan dan pengembangan keilmuan di bidang bimbingan konseling Islam.
Deskripsi Singkat: FAI UNDARIS menggelar kuliah tamu Bimbingan Konseling bersama Dr. Ali Imron, M.Pd.I. dari UNIMUS untuk membekali mahasiswa dengan strategi konseling Islam yang adaptif menghadapi tantangan zaman.
10 Tagar: